Tugas Pendahuluan 2
Percobaan 4 Sistem Kontrol Otomatis Tangki Minyak
a. Prosedur [Kembali]
b. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
- Hardwere
1. STM32 NUCLEO-G474RE
2. Float Switch
3. Flame Sensor
4. Relay
5. Buzzer
6. LED
- Diagram Blog
c. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
- Rangkaian Simulasi
- Prinsip Kerja
Sistem bekerja dengan membaca dua input utama, yaitu flame sensor dan float sensor. Flame sensor digunakan untuk mendeteksi adanya api, sedangkan float sensor digunakan untuk mengetahui apakah tangki sudah penuh atau belum. Output yang dikendalikan adalah LED, buzzer, dan relay sebagai pengendali pompa.
Pada program, flame sensor menjadi prioritas utama. Jika flame sensor mendeteksi api, maka mikrokontroler langsung menyalakan LED dan buzzer sebagai alarm, kemudian mematikan relay sehingga pompa berhenti. Kondisi ini tetap dijalankan meskipun tangki belum penuh, karena sistem masuk ke mode pengaman.
Jika tidak ada api, barulah sistem membaca kondisi float sensor. Apabila float sensor mendeteksi tangki penuh, maka LED dan buzzer menyala sebagai indikator, sedangkan relay dimatikan sehingga pompa berhenti. Namun, jika tidak ada api dan tangki belum penuh, LED serta buzzer dimatikan, kemudian relay diaktifkan sehingga pompa menyala untuk mengisi tangki.
Dengan demikian, program memiliki tiga kondisi utama: api terdeteksi → alarm ON dan pompa OFF, tangki penuh → alarm ON dan pompa OFF, serta kondisi normal → alarm OFF dan pompa ON.
d. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
- Flowchart
- Listing Program
e. Video Demo [Kembali]
f. Kondisi [Kembali]
Percobaan 4 kondisi 7
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika flame sensor mendeteksi api meskipun tangki belum penuh, maka pompa langsung mati sebagai sistem pengaman
g. Video Simulasi [Kembali]
h. Download File [Kembali]
File TP [Klik disini]
Video Simulasi [Disini]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar