MODUL 1
GENERAL INPUT OUTPUT
1. Pendahuluan [Kembali]
a) Asistensi dilakukan 1x
b) Praktikum dilakukan 1x
2. Tujuan [Kembali]
a) Memahami cara penggunaan input dan output digital pada mikrokontroler
b) Menggunakan komponen input dan output sederhana dengan STM32
NUCLEO G474RE
c) Menggunakan komponen Input dan Output sederhana dengan STM32F103C8
3. Alat dan Bahan [Kembali]
a) STM32 NUCLEO G474RE

b) STM32F103C8

c) Touch Sensor
d) PIR Sensor
e) LED
f) Buzzer
g) Resistor
h) Infrared Sensor
i) Resistor 1k ohm
j) Switch
k) Adaptor
l) Breadboard
4. Dasar Teori [Kembali]
4.1 General Input Output
Input adalah semua data dan perintah yang dimasukkan ke dalam memori
untuk diproses lebih lanjut oleh mikroprosesor. Sebuah perangkat input
adalah komponen piranti keras yang memungkinkan user atau pengguna
memasukkan data ke dalam mikroprosesor. Output adalah data hasil yang
telah diproses. Perangkat output adalah semua komponen piranti keras
yang menyampaikan informasi kepada orang-orang yang menggunakannya.
Pada STM32F103C8T6 dan STM32 NUCLEO G474RE pin input/output terdiri
dari digital dan analog yang jumlah pin-nya tergantung jenis
mikrokontroller yang digunakan. Input digital digunakan untuk mendeteksi
perubahan logika biner pada pin tertentu. Adanya input digital
memungkinkan mikrokontroler untuk dapat menerjemahkan 0V menjadi logika
LOW dan 5V menjadi logika HIGH. Membaca sinyal digital pada
mikrokontroller dapat menggunakan sintaks digitalRead(pin);
Output digital terdiri dari dua buah logika, yaitu kondisi logika HIGH
dan kondisi logika LOW. Untuk menghasilkan output kita dapat
menggunakan sintaks digitalWrite(pin,nilai); yang sebelumnya pin sudah
diset ke mode OUTPUT, lalu parameter kedua adalah set nilai HIGH atau
LOW. Apabila pin diset dengan nilai HIGH, maka voltase pin tersebut akan
diset ke 5V atau 3.3V dan bila pin diset ke LOW, maka voltase pin
tersebut akan diset ke 0V.
4.2 STM 32 NUCLEO G474RE
STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development board)
berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh
STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses
pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam
(embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32
Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer
secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman
dan debugging tanpa perangkat tambahan. Adapun spesifikasi dari STM32
NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:
Gambar 1. STM32 NUCLEO-G474RE
4.3 STM32F103C8
STM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang
dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering
digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang
baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai
protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8
yang dapat diprogram menggunakan berbagai metode, termasuk komunikasi
serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan
dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari STM32F4
yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
Gambar 2 STM32F103C8


A. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG
1) STM32 NUCLEO-G474RE
1. RAM (Random Access Memory)
RAM
(Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai
memori sementara untuk menyimpan data selama program berjalan.
Mikrokontroler STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi
untuk menyimpan variabel, buffer data, stack, dan heap.
2. Memori Flash Eksternal
STM32
NUCLEO-G474RE tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh program
dan data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler
STM32G474RET6 dengan kapasitas 512 KB. Memori flash ini bersifat
non-volatile, sehingga data dan program tetap tersimpan meskipun catu
daya dimatikan.
3. Crystal Oscillator
STM32
NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal)
sebagai sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal
ini membuat board dapat beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator
eksternal. Clock berfungsi sebagai sumber waktu untuk mengatur kecepatan
kerja CPU dan seluruh peripheral.
4. Regulator Tegangan
Untuk memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.
5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output):
Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka input dan output digital yang fleksibel.
2) STM32F103C8
1. RAM (Random Access Memory)
STM32F103C8
dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan
mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data
sementara selama eksekusi program.
2. Memori Flash Internal
STM32F103C8
memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan
untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan
penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media
penyimpanan eksternal.
3. Crystal Oscillator
STM32F103C8
menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja
dengan PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock
yang stabil ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler
dan komponen lainnya.
4. Regulator Tegangan
STM32F103C8
memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan
daya stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar
antara 2.0V hingga 3.6V.
5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output)
STM32F103C8
memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan
berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta
komunikasi dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.
5. Percobaan [Kembali]
Kembali ke Halaman Atas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar