c) Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Rangkaian Simulasi Smart Medicine Box
Prinsip Kerja :
Berikut adalah prinsip kerja dari masing-masing sensor yang dirancang dalam penjelasan satu paragraf sederhana:
1. Magnetic Reed Switch Sensor (Pin PA2):
Sensor keamanan ini bekerja mendeteksi kondisi fisik pintu secara
digital menggunakan medan magnet; ketika pintu tertutup rapat, magnet
bawaan akan mendekati komponen sakelar internal sensor sehingga pelat
kontak terhubung dan mengirimkan sinyal HIGH (logika 1) yang membuat
STM32 mematikan alarm buzzer serta menampilkan status "Tertutup" pada
LCD, namun ketika pintu dibuka, magnet menjauh sehingga pelat kontak
merenggang kembali mengirim sinyal LOW (logika 0) yang memicu
mikrokontroler menyalakan buzzer sebagai alarm peringatan dini dan
mengubah teks LCD menjadi "Tidak tertutup".
2.
Sensor Infrared (Pin PA1): Sensor ini bertugas mendeteksi keberadaan
objek atau rintangan di area pengawasan menggunakan pancaran sinar
inframerah; saat sensor mendeteksi adanya objek yang mendekat atau
menghalangi pancarannya, pin data sensor akan mengirimkan sinyal
berlogika HIGH (1) ke mikrokontroler STM32 yang langsung direspons
dengan mengaktifkan pin output PA4 untuk membunyikan alarm buzzer secara
instan, dan sebaliknya jika tidak ada objek (kondisi aman), sensor akan
mengirimkan sinyal LOW (0) yang membiarkan buzzer tetap dalam kondisi
mati.
3. Sensor Suhu LM35 (Pin PA5): Sensor ini bekerja memantau suhu lingkungan secara analog dengan cara mengubah perubahan panas menjadi tegangan listrik DC linier berskala kecil sebesar 10 mV setiap kenaikan 1°C; tegangan analog dari kaki output sensor ini kemudian dibaca oleh fitur ADC 12-bit milik STM32 untuk dikonversi menjadi satuan derajat Celcius riil, di mana jika suhu terdeteksi melampaui ambang batas 40°C maka mikrokontroler akan mengirim sinyal HIGH untuk mengaktifkan Fan DC (kipas) sebagai pendingin ruangan, lalu menonaktifkannya kembali saat suhu turun, sembari terus memperbarui teks monitoring suhu di baris pertama LCD.
Prinsip kerja keseluruhan prototype
Smart
Medicine Box ini bekerja dengan memanfaatkan sensor DHT22 untuk
mendeteksi suhu di dalam kotak secara real-time, serta sensor pendeteksi
pintu (seperti magnetic switch atau sensor infrared) untuk memantau
kondisi pintu kotak. Data dari kedua sensor tersebut kemudian diproses
oleh mikrokontroler; jika suhu melebihi batas aman obat yaitu di atas 40
derajat celcius atau pintu terdeteksi terbuka akibat kelalaian,
mikroprosesor akan langsung mengaktifkan sistem peringatan berupa
indikator suara (buzzer) atau lampu LED, sekaligus menampilkan status
kondisi terkini pada layar LCD JIka suhu diatas 40, mikroprosesor akan
memerintahkan fan DC untuk menyala sebagai aksi dalam menurunkan suhu.
Melalui mekanisme otomatis ini, kotak tidak hanya menjaga kualitas obat
di posko darurat tetap optimal, tetapi juga berfungsi secara interaktif
sebagai media edukasi visual bagi relawan PMI dalam memahami pentingnya
menjaga stabilitas penyimpanan obat.
Dokumentasi Prototype
Dokumentasi Edukasi ke Mitra
Edukasi Smart Medice Box kepada Palang Merah Indonesia Unand
Tidak ada komentar:
Posting Komentar